Badan Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Kabupaten Bangkalan Studi Tiru Desa Cerdas ke Desa Wates

Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar kedatangan tamu rombongan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Kedatangan Balitbang Kabupaten Bangkalan ke Desa Wates yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Badan dan Kepala Bidangnya dalam rangka studi tiru implementasi smart village (desa cerdas). Desa Wates sebagai lokus program smart village (desa cerdas) Kementerian Desa PDTT tahap pertama tahun 2021.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, pihak tuan rumah selain Moh. Hamid Almauludi, S.Pd.I selaku Kepala Desa, juga hadir Hamzah Fathoni, Ketua Umum Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar, serta Dr. Lucik, M.Si, Duta Digital pendamping Desa Wates sebagai lokus pendampingannya.

Dalam Sambutannya, Kepala Desa Wates meyampaikan bahwa untuk mewujudkan pencapaian pilar Desa Cerdas perlu berkolaborasi dan berjejaring dengan mitra strategis, maupun stakeholder sebagaimana konsep Desa Cerdas, yang disebut dengan Ekosistem Desa Cerdas. Salah satu komponennya adalah Jejaring kemitraan dan stakeholder.

“Saya sudah lama bertemu dengan Pak Hamzah, Relawan TIK Kabupaten Blitar. Sejak 2019 kami selalu berdiskusi sambil ngopi bareng, obrolan kami tentang digitalisasi desa, UMKM go online dan teknologi IoT pertanian.” kata Hamid bercerita awal kolaborasi dengan Relawan TIK.

Hal ini dibenarkan oleh Hamzah Fathoni, Ketua umum Relawan TIK Kabupaten Blitar, bahwa untuk membangun kegiatan yang mengarah pada tercapainya 6 pilar menuju desa cerdas harus berjejaring kemitraan dengan berbagai pihak.

“Dengan komitmen Kepala Desa, kami berangkat memulai berkolaborasi untuk mendampingi Desa Wates mewujudkan berbagai kegiatan yang diarahkan pada pencapaian pilar smart people (masyarakat cerdas), dengan melakukan kegiatan literasi digital dasar yang didukung oleh pemberdayaan Pandu Digital Kementerian Kominfo”, penjelasan Hamzah, Ketua umum Relawan TIK Kabupaten Blitar.

“Relawan TIK juga menginisiasi kegiatan Seminar Nasional dan Workshop yang diselenggarakan di Desa Wates secara hybrid dengan tema Digitalisasi Pertanian dan UMKM, dilanjutkan dengan kolaborasi bersama ICT Watch Jakarta melakukan kegiatan literasi digital program makin cakap digital“, lanjut Hamzah.

“Karena potensi utama Desa Wates adalah Pertanian hortikultura, serta kebanyakan pelaku UMKM produk unggulan desa, sehingga prioritas utama kegiatan diarahkan pada implementasi penggunaan teknologi IoT smart farming di lahan percontohan kelompok Tani”. Dijelaskan lebih lanjut oleh Hamzah.

Prosesi penyambutan rombongan dari Kabupaten Bangkalan, diawali acara ceremonial pembukaan, sambutan-sambutan, baca do’a, dilanjutkan dengan paparan Kepala Desa tentang proses Transformasi Digital yang telah dilaksanakan sampai dapat penghargaan “Transformasi Digital Pemerintah Desa Terbaik” di ajang Festival TIK 2022 Pontianak yang diselenggarakan Relawan TIK Indonesia dan Kementerian Kominfo.

Selanjutnya rombongan diajak melihat secara langsung penggunaan anjungan Mal Pelayanan Virtual, dengan aplikasi Jalasutra/ Apeldeskel yang bisa memberikan 30 layanan surat, dan sampai sekarang masih terus dikembangkan. Serta aplikasi Adminduk e-SIAP, secara online bisa diakses oleh seluruh masyarakat desa secara langsung di manapun selama ada akses internet.

Terakhir seluruh rombongan diajak berkunjung ke beberapa pelaku UMKM produk unggulan desa, serta berkunjung ke kebun green house tanaman melon yang terkenal di desa Wates dengan sebutan Republik melon.

Sumber : sambungdesa.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp
Messenger
Jual Nanas
Messenger
WhatsApp
Jual Nanas