asal usul / legenda desa wates

Untuk menggali sumber data berdirinya  Desa Wates maka pada tahun 1975 dikumpulkan sekitar 75 orang tokoh untuk membantu membuat sejarah desa.

Desa Wates merupakan wilayah administrasi Kabupaten Blitar dan merupakan desa perbatasan antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang.Desa Wates merupakan desa asli tradisional yang didirikan oleh sekelompok warga masyarakat pada waktu itu. Adapun tata cara pemilihan pimpinan desa /Kepala Desa dengan cara memandang tokoh masyarakat yang disegani dan berwibawa ditunjuk sebagai Kepala Desa.

Menurut keterangan para tokoh masyarakat Desa Wates didirikan resmi oleh warga masyarakat pada bulan Muharam /bulan Suro.Tepatnya 10 Muharam 1130 atau 10 suro atau tahun 1883 Masehi.

Menurut keterangan para tokoh masyarakat tiap bulan Muharam/bulan suro diadakan selamatan untuk memperingati hari lahirnya desa/upacara adat desa. Sebelum acara selamatan desa warga diharuskan membersihkan lingkungan dengan cara kerjabakti membersihkan desa.

Nama Wates diambil dari asal pendatang pertamakali yang babat hutan belantara. Adapun pendatang yang pertamakali datang adalah penduduk yang berasal dari Wates Kambingan Tulungagung yang bernama Suryo.

Rombongan pertama pimpinan Bp.Suryo ini membabat hutan wilayah utara Wates yaitu wilayah tanah bengkok ke selatan yang dinamakan Bakalan.Rombongan kedua yang datang berasal dari Mataram / Yogja yang dipimpin oleh Mangun Diwiryo yang membabat hutan dari wilayah masjid ke barat dan selatan yang disebut Mangunan.

Rombongan ketiga yang berasal dari Ponorogo dan Semarang yang dipimpin oleh M.Yusuf yang membabat hutan bagian selatan yang selanjutnya disebut Wonorejo yang saat ini menjadi dukuh Sidomulyo.

Jadi nama Wates dapat disimpulkan berasal dari :

  1. Nama Pendatang yang pertamakali datang yaitu dari Wates Kambingan Tulungagung
  2. Wates berarti batas yang berarti batas antara Kabupaten Blitar dan Malang
  3. Wates berasal dari pendatang kedua dari Wates Yogja.

Sejarah Pemerintah desa

Sebagai desa di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia Desa Wates  sebagaimana desa-desa yang lain disekitarnya adalah merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Wates . Adapun secara ringkas kondisi pemerintah desa dapat di rinci:

Pada Saat itu Pemerintahan Desa Memakai tradisi kuno dengansebutan terhadap petugas desa sebagai Lurah, Carik, Kamituwo, Kebayan, Jogotirto, Jogoboyo dan Modin.

Banyak perubahan terjadi pada struktur Pemerintah Desa yang secara Nasional desa-desa di Indonesia diseragamkan,  sebutan pamong desa dikenal dengan perangkat desa  yang antara lainperubahan nama-nama jabatan  Kepala Desa(Masa jabatan 8 tahun), Sekretaris Desa,Kepala Urusan dan Kepala Dusun sampai sekarang ini.Sedangkan lembaga legislatif adalah lembaga Musyawarah Desa(LMD).

Hal yang menonjol pada masa ini, adalah Jabatan kepala desa menjadi 2 Kali 5 tahun atau 10 (sepuluh) tahun.

Sedangkan Legislatif pada Era ini adalah Badan Perwakilan Desa (BPD).

Masa jabatan Kepala desa menjadai 6 tahun,dan Sekretaris Desa diisi dari pegawai negeri sipil yang ada di Kabupaten /Kota.Sedangkan BPD beralih menjadi Badan Permusyawaratan Desa.

Masa jabatan Kepala desa menjadai 6 tahun, dan Sekretaris Desa diisi dari pegawai negeri sipil yang ada di Kabupaten /Kota.Sedangkan BPD beralih menjadi Badan Permusyawaratan Desa.

Kepemimpinan Desa

Kondisi pemerintah desa pada saat itu masih sangat sederhana,baik dalam menyangkut program-program maupun personal perangkat desanya yang pada saat itu dikenal dengan sebutan Pamong desa atau Bebau desa dengan rata-rata berpendidikan sekolah rakyat(S.R). Kepemimpinan Desa ( Kepala Desa) yang tercatat mulai pada zaman kemerdekaan adalah; Bapak Merto Drono menjabat dari tahun 1883 sampai dengan tahun 1908 dilanjutkan dengan Bapak Somo menjabat dari tahun 1908 sampai dengan tahun 1917 dilanjutkan oleh Bapak Djoyo Pawiro menjabat dari tahun 1917 sampai dengan tahun 1924 kemudian digantikan oleh Bapak Moredjo dari tahun 1924 sampai dengan tahun 1928 kemudian dilanjutkan oleh Bapak Mardjan dari tahun 1928 sampai 1929 dan digantikan oleh Bapak Trimoredjoi Kaderi menjabat dari tahun 1929 sampai tahun 1935 dan digantikan oleh Bapak Wirjo Kertoso menjabat dari tahun 1935 sampai dengan tahun 1951 yangh kemudian dilanjutkan oleh Bapak Ardjo Lukito menjabat dari tahun 1951 sampai tahun 1968.

Desa Wates  dalam pemerintahan OrdeBaru  di isi oleh 3 orang Kepala Desa masing-masing Bapak Sutrisno yang menjabat sampai 6 tahun (th. 1968 s.d 1984) yang kemudian di gantikan oleh Bapak Noerpahid yang menjabat dari tahun 1984 sampai dengan 1990 yang kemudian digantikan oleh Bapak Kemad Yudiyanto dari tahun 1990 sampai tahun 1998 sampai pada era Reformasi dijabat oleh Bapak Sukadi yang menjabat dari tahun 1998 sampai dengan 2007 yang kemudian digantikan oleh Bapak Sutopo cahyono dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2019 yang selanjutnya dilanjutkan oleh Bpk. Moh. Hamid Almauludi sampai sekarang.

Pembangunan Desa

Kebijakan pembagunan desa yang menyolok pada saat pemerintahan orde baru adalah sangat ditentukan oleh swadaya kemandirian masyarakat warga desa yang di dukung adanya dana subsidi Pemerintah Pusat yang setiap tahun diberikan. Berbeda dengan sekarang dengan adanya UU Nomor 33 Tahun 2004 yang mengatur keseimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Desa mendapatkan kucuran Dana Desa dan  ADD.bagian dari DAU Pemerintah Kabupaten dari Pemerintah Pusat.

WhatsApp
Messenger
Jual Nanas
Messenger
WhatsApp
Jual Nanas